Monday, November 6, 2017

Begini loh proses pembuatan anime dari awal hingga akhir part 1

Pembuatan anime
Sketsa original karakter
 
  Jika kamu mengklik page ini maka pasti kamu penasaran bukan seperti apa sih pembuatan anime itu? berapa sih biaya pembuatannya? dan berapa lama sih prosesnya? semua pertanyaan tadi akan saya jawab dengan jelas dari awal hingga akhir sampai lu bosan bacanya, makanya tetap mantengin page ini hinga selesai, Sip dah.

Proses pembuatan anime dari awal hingga akhir
Konichiwa

Berbicara masalah pembuatan anime pasti kita akan lepas dengan yang namanya animasi bukan? anime aja berfononim animasi jadi sudah barang tentu yang kita bahas kebanyakan animasinya atau gambar bergeraknya. Sebelum masuk ke pembahasan saya katakan bahwa saya tidak mempunyai hak cipta atas artikel ini, saya hanya mengabunggkan beberapa sumber luar dan menerjemahkannya ke bahasa indonesia agar lebih mudah dicerna kebanyakan masyarakat indonesia. So tanpa basa-basi lagi, lets go check it out.



     Pendahuluan               

Membuat anime dari awal hingga bisa ditonton oleh khalayak umum sungguh tidaklah mudah. Semua langkah yang ada sangatlah kompleks dan rumit. Mulai dari pembuatan karakter, pembuatan model background, penulisan naskah hingga proses dubing oleh seiyu merupakan garis besar langkah membuat anime. Nah sebelum menceritakan lebih lanjut rinciannya saya akan memberikan gambaran besar berbentuk skema terkait jalannya proses membuat anime, Check it out.

  


Proses ini bergantung dari siapa yang memberi ide atau proposal dan siapa yang menjalankan proposal tersebut. Bisa jadi hanya studio dan sponsor saja yang membiayai, namun di kebanyakan anime yang diadaptasi dari manga dan light novel, publisher lah yang membiayai termasuk biaya untuk membuat anime tersebut ditayangkan di stasiun TV. Perushaan produksi seperti aniplex mengumpulkan banyak staff, sponsor, dan sumber pendanaan seperti pabrik merchandise untuk meringankan biaya produksi anime. 

Walau banyak yang berpikir bahwa semua uang pendanaan tersebut diserahkan kepada studio pembuatnya namun ternyata studio hanya mendapat jatah setengahnya untuk memulai proyek. Selebihnya diberikan kepada perusahaan lain yang berkontibusi dan Stasiun televisi. Stasiun televisi menghabiskan biaya yang tinggi, sekitar 50 juta yen untuk tayangan malam dengan jumlah 52 episode. Bahkan anime yang bertengger diperingkat kedua terbaik di MAL aja harus membayar sekitar 500 juta yen untuk penayangan jam 6 malam di hari sabtu. Hal ini tentu dapat membuka pikiran kita kenapa banyak anime jaman sekarang jarang ada yang mencapai lebih dari 24 episode.


Ketika rangkaian staffnya telah terbentuk, terjadilah pertemuan dan membahas perihal rencana dari pembuatan anime tersebut. Disinilah dibahas siapa yang akan menjadi karakter designernya atau direkturnya. Juga semua jadwal, biaya, hingga penentuan seberapa bagus kualitasnya dibahas di fase ini. 


Setelah membahas semua perangkat yang bertugas agar proposal berjalan, selanjutnya adalah fase membuat model cerita dan designnya. Hal ini perlu untuk mempermudah staff mengikuti garis besar haluan proyek. Dan perlu diketahui bahwa penyusunan(mapping) ini sangat berpengaruh dengan bagus atau tidaknya anime tersebut. Setelah melakuan mapping barulah studio fokus kepada fase produksi.

 

 

     Produksi               


Langkah pertama dalam fase produksi adalah membuat naskah episode. Berdasarkan sinopsis episode, naskah yang penuh ditulis dan dikembangkan oleh satu orang untuk seluruh seri atau beberapa penulis yang berbeda. Naskah ini akan dievaluasi oleh direktur, producer, dan penulis original/pemberi bahan cerita. Jika berhasil lolos maka proyek untuk episode tersebut akan berjalan, dan direktur episode akan mengambil bagian untuk merubah naskah tersebut menjadi sebuah episode anime. Tentu tidak lupa dengan model cerita yang digunakan sebagai pedoman menggambar atau mendesain tata letak karakter anime berikut emosi karakter. 

   Storyboarding         


Seringkali yang membuat storyboard(Penggambaran cerita) adalah direktur, ini artinya bahwa setiap episode merupakan murni imajinasi sang direktur. Mulai dari suasana dan latarbelakang merupakan imajinasi bebasnya sang direktur. Jadi jangan salah mengatakan bahwa penulis manga atau light novel lah yang menjadi pemodel cerita. Proses pengerjaannya pun cukup menyita waktu, sang direktur perlu menghabiskan sekitar 3 minggu berkutat dengan sketsa kasar tersebut. Biasanya digambar di kertas A-4(umumnya sih) dan berisi banyak unsur yang penting seperti pergerakan karakter, pergerakan kamera, dialog dan juga lamanya setiap scene. Jadi dapat disimpulkan bahwa akan seperti apa penampakan suatu anime tergantung dari 
storyboardnya.

Biasanya diedit mengunkkkan photoshop

Sebagai contoh, dibawah terdapat storyboard anime To Aruu Kagaku No Railgun yang terdiri dari 5 kolom. Dari kiri ke kanan: nomor potongan, layout, aksi, dialog, dan waktu yang dihabiskan untuk scene tersebut. Layoutnya sengaja digambar jelek untuk mempersingkat waktu karena nantinya akan diolah kembali oleh tim yang lain.


Storyboarding
Storyboarding To aruu Kagaku No Railgun 1

Storyboarding To Aruu Kagaku No Railgun 2










     Layout            


Banyak yang tidak tau pada bagian ini, dimana tanda(marks) atau sketsa dimulai disini. Singkatnya, mengembangkan mengembangkan layout(tata letak) adalah tentang memposisikan sel(pada buku khusus) yang akan digunakan dalam pemotongan dan latar belakang seni yang dibutuhkan, memberikan cetak biru definitif untuk menembakan yang terakhir akan terlihat. Potongannya dibuat seukuran kertas animasi dan rincian penempatan cel, deskripsi gerakan kamera yang tepat, dan keputusan lainnya. Bekerja sama dengan sutradara, dan mungkin produser, para animator senior menggambar tata letak (atau kadang-kadang staf secara khusus dikreditkan dengan gambar tata letak) dan tembakannya di mana kamera / karakter akan ditempatkan dan cara pemotongannya terjadi. untuk dibingkai Struktur dasar seni latar belakang digambar di (yaitu sebuah pohon di sini, sebuah gunung di sana), dan elemen storyboard diekspresikan pada tata letak untuk membantu menggambarkan potongannya. Terkadang beberapa tahap storyboard bisa diekspresikan pada satu gambar layout saja asalkan tidak terlalu membingungkan. Sel berbayang dengan warna hangat, latar belakangnya teduh dengan warna-warna sejuk.

Setelah disetujui oleh direktur, tata letak ini kemudian diperbanyak dan diberikan kapada tim latar belakang dan animator kunci(key animators). Drektur bidang seni dan asistennya akan melukis latar belakang dengan dasar dari layouts yang diberikan tadi.

Sekarang bentuk masing-masing potongan telah diputuskan - posisi karakter, setting, apa yang akan mereka lakukan, dan bagaimana tembakannya akan ditangkap (angle kamera, zooming dan panning). Tapi salah satu bagian produksi yang paling ekspresif dan vital tetap ada yaitu animasi!

 
Tata letak layout
Tata letak anime Black Rock Shooter, yang warna orange itu sel dan yang biru itu latar belakangnya

Sekian pos proses pembuatan anime untuk part yang pertama, untuk part yang selanjutnya kita akan membahas tentang bagian yang paling menariknya, yaitu animasi. Semoga dapat menambah wawasanmu terkait kebudayaan jepang.

Sekali lagi saya katakan, saya tidak mempunyai hak cipta atas artikel diatas, jika ingin mengetahui sumbernya lihat dibawah ini.

Sumber:
>Ghostlightning 
>Sunrise




0 komentar

Post a Comment